Senin, 06 Desember 2010

Reka Ulang Pembunuhan Mutilasi Muntilan

Reka ulang pembunuhan mutilasi

MUNTILAN (06/12/2010) Kasus pembunuhan dengan cara memutilasi korbannya di Muntilan, Senin sore (06/12/2010) dilakukan reka ulang. Tersangka utama dan juga satu-satunya yakni Widi Widayat dihadirkan. Sedikitnya 49 adegan pembunuhan sadis ini diperagakan secara berurutan oleh tersangka di TKP kontrakan di dusun Ponalan Baru, desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Diawali percekcokan antara Dayat dengan Tuty Widayati, istri sirrinya. Keributan itu disulut oleh pengakuan jujur Tuty Widayati, bahwa ia pernah berselingkuh dengan pria lain dan celakanya, saat sedang panas-panasnya pertengkaran, tiba-tiba dari HP Tuty ada SMS, dari pri itu yang isinya mengajak ketemuan. Melihat SMS di HP Tuty, Widayat langsung panas, kemudian ia bangkit dari tempat tidur, meraih batu pengasah lalu dihantamkan ke kepala istrinya sebanyak 3 kali hingga tewas. Awalnya, Dayat – tak mengetahui istrinya tewas, hingga pagi tiba, istrinya tidak juga bangun dan saat tangannya dipegang dingin. tersangka baru sadar ternyata istrinya sudah tewas.

Fannani, Adik korban kesurupan
Ia pun panik. Dalam situasi yang kalut itu, Widayat tidak punya pilihan kecuali memutilasi jasad istrinya, agar jejaknya tidak ketahuan. Dayat memotong-motong tubuh istrinya menjadi Sembilan bagian.Potongan-potongan tubuh itu kemudian disembunyikan dalam sejumlah wadah. Diantaranya ember dan panci besar.

Dalam waktu 10 hari, Dayat belum juga membuang potongan-potongan tubuh istrinya yang sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap. Kasus pembunuhan mutilasi ini terungkap, setelah hadirnya anak Tuty, Ina Riyani ke kontrakan korban Senin malam lalu. Ina mengaku kangen pada ibunya yang hampir 10 hari ini tidak pernah kelihatan.


Dalam rekaulang ini terjadi insiden, beberapa keluarga dari Tuty Widayati mengalami kesurupan. Mereka adalah Nasrudin 56 th, paman korban dan Fanani 25 th, adik korban. Sementara Ina Riyani, tak henti-hentinya menangisi ibunya yang kini telah tiada.

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif kasus pembunuhan dengan cara mutilasi ini berlatar belakang cemburu. Widayat tidak terima istrinya berselingkuh dengan pria lain di kontrakannya sendiri.

Status Siaga Ditunda, Bromo kembali bergolak

PROBOLINGGO (06/12/2010) Gunung Bromo hari Senin pagi(06/12/2010) kembali bergolak. Selama hampir dua jam, Bromo kembali meletus dan memuntahkan material berupa abu vulkanik berwarna kehitam-hitaman, serta pasir yang jatuh di kawasan kaldera.

Gunung setinggi 2.392 meter ini, melemparkan abu vulkani dengan tekanan cukup kuat. Ketinggian abu yang dilepaskan mencapai 900 meter. Sejak erupsi, Selasa 23 November lalu, maka semburan kali ini merupakan yang terkuat, menjelang akan diumumkannya, perubahan status Brmo dari status “awas” ke siaga.

Menurut Kepala Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gde Suantika, erupsi Bromo kali ini merupakan erupsi kedua dalam beberapa jam terakhir. “ Sekitar pukul 00:15 WIB sejumlah warga bahkan sempat melihat erupsi terjadi disertai loncatan kembang api,”ujar Gde saat ditemui di lokasi wisata Bromo hari Senin (06/12/2010)

Melihat perkembangan terbaru Bromo, Gde tidak dapat memastikan, kapan perubahan status Bromo bisa diumumkan. Seperti diberitakan Sabtu lalu, Gde memperkirakan dalam 2 tiga hari kedepan Bromo akan diubah statusnya dari “awas” menjadi “siaga”. Ini diasarkan pada aktivitas Bromo sendiri yang cenderung terus menurun.”Nah perkembangan terbaru, dimana Bromo kembali eruspsi, maka akan ada evaluasi kembali,” ujar Kepala PVMBG


Minggu, 05 Desember 2010

Keberadaan Izan, Korban Penculikan masih Misterius

Sketsa wajah penculik

JAKARTA, 05/12/2010 – siapa pelaku penculikan Firdzansyah Erza Gifari alias Izan, bocah yang baru berusia 1,5 tahun ? pertanyaan itu sama gelapnya dengan keberadaan izan saat ini. Jajaran kepolisian polda metrojaya yang menangani kasus penculikan ini hingga hari Minggu 05/12/2010 belum menemukan titik terang.

Hari Sabtu (04/12/2010) Polsek Pasar Rebo, lokasi dimana Izan pertama kali diculik, telah membuat sketsa wajah tersangka penculiknya. Sketas wajah itu dibuat berdasarkan keterangan Yayan, seorang tukang ojek yang mengaku melihat langsung saat tersangka membawa Izan pada 26 November 2010. 

Ciri-ciri wajah pelaku yang dirilis dalam sketsa, diduga berjenis kelamin pria. usia diperkirakan sekitar 40-45 tahun. Rambut rapi bergelombang, belahan ke kanan. Kulit sawo matang. Tubuh sedang, muka bopeng, seperti ada tanda bekas jerawat di pipi kiri dan kanan. Tersangka menggunakan kaos berkerah warna coklat.

“Sebagian besar cirri-ciri pada sketsa itu bersumber dari keterangan saksi yang melihat langsung,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pasar Rebo, Iptu Anuri. Sketsa itu langsung disebarkan ke warga di sekitar lokasi kejadian, di jl Goseng Raya, gg haji Noim RT 4 RW 1, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, namun tak seorangpun mengenali tersangka. Petugas juga menempelkan wajah tersangka ini di sejumlah titik keramaian seperti di mall dan terminal-terminal. penyebaran sketsa dilakukan oleh aparat Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polsek Pasar Rebo.